Mapala Nayottama
  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


Foto : Semua anggota yang hadir melakukan foto bersama setelah selesai acara.

Musyawarah Anggota (MUSANG) merupakan momentum tertinggi dalam kedaulatan sebuah organisasi. Pada tanggal 25-26 April 2026, keluarga besar Mapala Nayottama telah sukses menyelenggarakan agenda tahunan ini dengan khidmat dan penuh dinamika dialektika.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan ajang penentu arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan. Berlokasi di titik temu gagasan, seluruh anggota berkumpul untuk mengevaluasi, merumuskan, dan menetapkan landasan fundamental perjuangan organisasi.

Menyusun Fondasi Melalui Sidang Pleno

Fokus utama dalam Musyawarah Anggota kali ini adalah penguatan konstitusi dan tata kelola internal. Terdapat lima poin krusial yang menjadi pembahasan utama dalam persidangan:

  • AD/ART (Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga) : Peninjauan kembali aturan dasar guna memastikan organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan marwah Mapala.

  • GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) : Perumusan strategi jangka panjang mengenai arah gerak Mapala Nayottama dalam kancah pecinta alam dan pengabdian masyarakat.

  • GBPKK (Garis Besar Program Kerja Kepengurusan) : Penyusunan draf program kerja yang aplikatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi anggota maupun lingkungan.

  • PO (Peraturan Organisasi) : Sinkronisasi aturan teknis administratif agar roda organisasi berjalan lebih efektif dan efisien.

  • Rekomendasi : Pengumpulan aspirasi dan masukan strategis dari anggota sebagai mandat yang harus dijalankan oleh kepengurusan selanjutnya.

Fajar Baru: Terpilihnya Ketua Umum Baru


Foto : Sebelah kiri ketua umum periode sebelumnya menyerahkan bendera kepada Ketua Umum Terpilih Serayu

Setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang dan demokratis, puncak acara ditandai dengan pemilihan Ketua Umum Mapala Nayottama untuk periode mendatang.

Berdasarkan hasil kesepakatan forum, Rosita Aggraini yang akrab dengan nama lapangan Serayu, resmi terpilih sebagai nahkoda baru Mapala Nayottama. Terpilihnya Serayu membawa harapan segar bagi seluruh anggota. Dengan latar belakang dedikasi yang kuat, ia diharapkan mampu membawa organisasi terbang lebih tinggi dan tetap membumi dalam setiap aksi lingkungan.

Harapan untuk Hari Esok

Selesainya Musyawarah Anggota ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Estafet kepemimpinan telah berpindah, dan dokumen organisasi telah diperbarui. Kini saatnya seluruh elemen Mapala Nayottama merapatkan barisan untuk mendukung visi dan misi yang telah disepakati bersama.

"Musyawarah ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan refleksi bersama untuk memperkokoh pondasi organisasi. Dengan selesainya pembahasan AD/ART, GBHO, dan PO ini, kita memiliki kompas yang jelas untuk melangkah lebih jauh," ujar perwakilan pimpinan sidang.

Selamat bertugas kepada Ketua Umum terpilih, Rosita "Serayu" Aggraini. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kejayaan Mapala Nayottama.


Lestari!

Foto : oleh Magda Ehlers dari Pexels

Pernah terpikir nggak, kenapa setiap kali buka profil atau konten kita, mata langsung disambut dengan nuansa Ungu yang dominan? Bukan cuma soal estetika atau "biar kelihatan lucu" aja, lho. Ada alasan filosofis yang dalam di balik pemilihan warna ini.

Warna bukan sekadar hiasan; ia adalah bahasa visual yang berbicara sebelum kita sempat membaca teksnya. Yuk, kita bedah rahasia di balik palet warna kita!

1. Ungu: Sang "Nayottama" (Kebijaksanaan)

Warna utama kita adalah ungu. Dalam psikologi warna, ungu sering dikaitkan dengan spiritualitas dan kemewahan. Namun bagi kita, ungu adalah representasi dari kata Nayottama.

Apa itu Nayottama? Dalam bahasa Sanskerta, Nayottama berarti "Kebijaksanaan yang Unggul". Kami ingin setiap konten yang dibagikan bukan sekadar lewat, tapi membawa nilai, edukasi, dan sudut pandang yang bijak bagi siapa pun yang melihatnya.

2. Aksen Kuning: Percikan Inspirasi & Kehangatan

Kalau kamu perhatikan, ada sentuhan warna kuning yang menyelip di antara dominasi ungu. Kuning adalah simbol dari matahari dan energi.

  • Inspirasi: Kami ingin menjadi pemantik ide-ide baru buat kamu.
  • Hangat: Meski kita bicara soal "kebijaksanaan yang unggul", kami ingin tetap terasa dekat dan bersahabat seperti obrolan di warung kopi.

3. Hitam: Fondasi Kekuatan & Elegan

Sebagai pelengkap, warna hitam hadir untuk memberikan struktur. Hitam melambangkan Kekuatan (Power) dan Elegan. Ini adalah janji kami untuk tetap profesional, berwibawa, dan memiliki dasar yang kuat dalam setiap informasi yang disajikan.


Kesimpulannya: Perpaduan warna ini adalah doa dan visi kami. Kami ingin menjadi wadah yang bijaksana (Ungu), penuh inspirasi yang hangat (Kuning), namun tetap memiliki karakter yang kuat dan elegan (Hitam).

Jadi, setiap kali kamu melihat warna-warna ini di feed kamu, ingatlah bahwa ada semangat "Nayottama" yang sedang kami bagikan.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Mahasiswa Pencinta Alam sedang melakukan pengenalan kepada para siswa siswi, 23 Februari 2026. 

KEDIRI, Februari 2026 — Kampus Universitas Pawyatan Daha (UPD) mendadak riuh dengan kehadiran ratusan siswa-siswi yang datang berkunjung pada 23-25 Februari 2026. Di antara berbagai stan yang ada, satu titik tampak menonjol dengan nuansa petualangan dan aroma dedikasi: Stan Mapala Nayottama.

Sebagai bagian dari Program Sekolah Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Yayasan Pawyatan Daha, Mapala Nayottama tidak hanya sekadar memamerkan alat-alat pendakian. Mereka membawa misi yang lebih besar: menanamkan benih cinta alam dan memperkenalkan jati diri organisasi kepada generasi muda.


Persiapan Totalitas Hingga Larut Malam

Foto : Anggota Mapala Nayottama di depan Stan

Kesuksesan aksi ini tidak datang begitu saja. Demi memberikan kesan terbaik, tim Mapala Nayottama terpantau melakukan persiapan hingga pukul 22.00 WIB pada malam sebelumnya. Mulai dari menghias stan agar menarik secara visual hingga simulasi materi dilakukan dengan serius.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk mengenalkan Mapala Nayottama secara lebih dekat, terutama mengenai garis besar kegiatan yang telah kami laksanakan setahun belakangan ini," ungkap Fiki Obrian Atma, Ketua Umum Mapala Nayottama.


Lebih dari Sekadar Otot: Mengasah Kemampuan Public Speaking

Uniknya, momen kunjungan sekolah ini juga dimanfaatkan sebagai kawah candradimuka bagi para anggota Mapala untuk mengasah soft skill. Jika biasanya mereka tangguh di medan terbuka, kali ini mereka ditantang untuk tangguh dalam berkomunikasi di depan publik.

Patricia, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa sistem pembagian tugas dilakukan secara bergantian agar semua anggota merasakan pengalaman yang sama.
"Saya sangat senang melihat siswa-siswi begitu bersemangat. Bagi kami, ini adalah proses belajar berkomunikasi di depan umum yang sangat berharga," ujarnya.


Menjaga Warisan Sejarah Melalui Aksi Nyata

Di kampus yang sarat akan nilai sejarah ini, Mapala Nayottama membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan para pendiri yayasan tetap relevan. Melalui presentasi pencapaian selama setahun terakhir mulai dari aksi lingkungan hingga sosial mereka menunjukkan bahwa mahasiswa pencinta alam adalah sosok yang peduli, berkarakter, dan siap berkontribusi.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan, menciptakan inspirasi bagi para siswa yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Angkatan Kalpataru dan beberapa anggota Mapala Nayottama


Kediri, 07 Februari 2026 - Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Nayottama. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, mereka baru saja menggelar acara tasyakuran untuk meresmikan angkatan ke-5 yang diberi nama Kalpataru.

Nama "Kalpataru" sendiri bukan sekadar identitas, melainkan simbol pohon kehidupan yang melambangkan pengharapan akan kelestarian alam dan kekuatan yang mengakar. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk puji syukur atas segala karunia Tuhan yang telah menyertai perjalanan organisasi hingga lahirnya generasi terbaru.

Prosesi Potong Tumpeng dan Doa Bersama

Kegiatan dimulai setelah waktu Magrib dan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Acara inti diisi dengan doa bersama yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng yang menjadi tradisi khas dalam merayakan momen penting.

"Kegiatan ini adalah bentuk syukur kami terhadap lingkungan dan karunia Tuhan yang sudah diberikan, serta sebagai ucapan telah lahirnya angkatan kami, Angkatan Kalpataru," ungkap Agung Romadhon selaku Ketua Pelaksana acara tersebut.

 

Mempererat Ikatan Lintas Generasi

Tasyakuran ini tidak hanya dihadiri oleh anggota aktif, tetapi juga menjadi ajang temu kangen bagi para alumni Mapala Nayottama. Kehadiran para senior memberikan warna tersendiri, di mana pengalaman masa lalu bertemu dengan semangat anggota baru.

Kehadiran alumni membuktikan bahwa ikatan persaudaraan di Mapala Nayottama tidak terbatas pada masa pendidikan saja, melainkan terus tumbuh dan terjaga selamanya.

Makna di Balik Nama Kalpataru

Bagi Mapala Nayottama, lahirnya angkatan ke-5 ini diharapkan membawa energi baru dalam upaya pelestarian alam dan pengembangan karakter mahasiswa. Sesuai dengan namanya, Angkatan Kalpataru diharapkan dapat menjadi sosok yang tangguh, memberikan manfaat bagi sekitarnya, dan selalu menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam.

Selamat datang dan selamat berproses untuk Angkatan Kalpataru! Semoga semangat syukur ini menjadi bahan bakar untuk pengabdian-pengabdian selanjutnya bagi lingkungan dan bangsa.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Inagurasi dengan Mahasiswa Baru Universitas Pawyatan Daha Kediri

Kediri, 14 September 2025 — Suasana kampus hari Minggu ini terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk mahasiswa baru yang mencari jati diri di dunia perkuliahan, Mapala Nayottama hadir membawa warna petualangan yang tak terlupakan dalam agenda Pengenalan UKM.

Bukan sekadar presentasi di dalam kelas, Mapala Nayottama punya cara unik untuk menyapa para maba: Flying Fox!

"Pemanis" di Udara dan Jejak Digital

Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menyebutkan bahwa kegiatan tahun ini adalah salah satu yang paling seru.

"Kami memasang beberapa 'penarik manis' untuk mahasiswa baru, yaitu flying fox. Ini adalah bentuk pengenalan agar mereka tahu bahwa Mapala itu seru! Kami juga menjelaskan bahwa kegiatan kami tidak hanya berfokus pada pendakian atau pelestarian alam saja," jelas Fiki.

Selain aksi adrenalin, para peserta juga diajak menonton kompilasi video kegiatan Nayottama. Patricia Anantha Agustin, selaku Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa visualisasi ini penting agar mahasiswa baru punya gambaran nyata tentang apa yang dilakukan para penggiat alam ini, termasuk kegiatan sosialisasi yang selama ini telah dijalankan.

Bukan Hanya Soal Alam, Tapi Juga Sosial

Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Inagurasi Mapala Nayottama sedang berdoa

Salah satu stigma yang ingin dipatahkan dalam pengenalan ini adalah bahwa Mapala hanya "main di hutan". Alifia Putri menegaskan bahwa Mapala Nayottama memiliki sisi humanis yang kuat.

"Kami ingin teman-teman paham bahwa kegiatan kami tidak hanya berfokus pada alam, kami juga sangat aktif di dunia sosial," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Samsudin yang bertindak sebagai pembawa acara. Menurutnya, sesi sapa akrab ini adalah wadah bagi mahasiswa baru untuk menyalurkan minat dan bakat mereka sejak dini.

Komitmen Menjadi Wadah Aspirasi
Lebih dari sekadar organisasi hobi, Mapala Nayottama berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anggotanya. Bagi mahasiswa baru yang bergabung, Nayottama menjanjikan:
  • Wadah Aspirasi: Tempat bertukar ide dan gagasan kreatif.
  • Pengalaman Terbaik: Menjelajahi keindahan alam sekaligus terjun langsung ke masyarakat.
  • Pengembangan Karakter: Melalui aksi pelestarian lingkungan dan sosial masyarakat.
__________________________________________________________________________

Siap Bergabung dengan Keluarga Nayottama?

Untuk kamu mahasiswa baru yang haus akan tantangan dan ingin memberikan dampak nyata bagi bumi serta sesama, pintu sekretariat kami selalu terbuka. Mari ukir cerita, temukan keluarga, dan dapatkan pengalaman terbaikmu di sini!

Sampai jumpa di pengembaraan selanjutnya! 🌿

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

POPULAR POSTS

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • TASYAKURAN ANGKATAN KALPATARU : SIMBOL RASA SYUKUR DAN LAHIRNYA GENERASI BARU MAPALA NAYOTTAMA
  • RAMADHAN BERBAGI : MAPALA NAYOTTAMA TEBARKAN KEBAIKAN DI DEPAN KAMPUS UPD
  • NAYOTTAMA TUNTASKAN DIKLATSAR KE V: DARI TEORI RUANG HINGGA GEMBLENGAN FISIK DI GUNUNG WILIS
  • BERANI BICARA, BERANI MELINDUNGI : MAPALA NAYOTTAMA LAWAN BULLYING DI SDN 1 JANTI WATES
  • SAMPAH JADI BERKAH : KOLABORASI MAPALA NAYOTTAMA & LASKAR PENGAJAR HIJAUKAN KEDIRI
  • KENAPA SIH SOCIAL MEDIA KITA ISINYA "UNGU" SEMUA??
  • DIES NATALIS UNIVERSITAS PAWYATAN DAHA KEDIRI KE 49 THN
  • 4 TAHUN MAPALA NAYOTTAMA : REFLEKSI MILESTONE KECIL MENUJU MIMPI BESAR

Categories

  • Delegasi
  • Kenal Nayottama
  • Mapala Nayottama
  • Nayottama Sosialisasi
  • Program Kerja

Advertisement

Follow us on Facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About Me


I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out. Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.

Popular Posts

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • TASYAKURAN ANGKATAN KALPATARU : SIMBOL RASA SYUKUR DAN LAHIRNYA GENERASI BARU MAPALA NAYOTTAMA

Advertisement

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates