Kediri, 22 Juli 2025 — Masalah sampah bukan lagi sekadar urusan "buang pada tempatnya," melainkan tentang bagaimana kita mengelolanya sebelum menjadi bencana. Menanggapi isu pencemaran lingkungan yang kian marak, Mapala Nayottama bersinergi dengan Laskar Pengajar menggelar sosialisasi intensif mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik pada Sabtu (22/06/2025) lalu.
Kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap ancaman banjir dan kerusakan ekosistem yang seringkali berakar dari kelalaian kecil dalam membuang sampah.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Praktik Langsung
Sosialisasi yang digelar tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif melalui demonstrasi praktis. Peserta diajak untuk:
- Mengenal Perbedaan: Memahami karakter sampah organik (sisa makanan, daun) vs non-organik (plastik, kaleng).
- Praktik Kompos: Demonstrasi mengubah sampah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
- Upcycling: Menyulap sampah non-organik menjadi kerajinan tangan bernilai guna.
"Membuang sampah sembarangan bisa mengakibatkan bencana alam yang merugikan kita semua. Solusinya dimulai dari rumah: membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai," tegas Dita Pramudika, selaku Ketua Pelaksana.
5 Alasan Mengapa Pemilahan Sampah Itu Vital
Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menjabarkan visi besar di balik kegiatan ini. Menurutnya, pemilahan sampah memiliki dampak berantai yang positif:
- Meningkatkan Kesadaran: Mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi mencampur sampah sejak dari dapur.
- Mengurangi Pencemaran: Mencegah bau tak sedap dan pencemaran tanah serta air di TPA.
- Mendorong Gaya Hidup 3R: Menumbuhkan kebiasaan Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari.
- Membangun Kepedulian Sosial: Menciptakan semangat gotong royong demi lingkungan yang lebih sehat.
- Investasi Masa Depan: Mengedukasi generasi muda agar tumbuh dengan karakter peduli lingkungan.
Ubah Limbah Jadi Manfaat
Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, tim Nayottama menekankan bahwa sampah sebenarnya bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar. Sampah organik bisa kembali ke alam sebagai pupuk, sementara sampah non-organik bisa masuk ke siklus daur ulang agar tidak menumpuk di laut atau hutan.
Punya Kendala dalam Mendaur Ulang?
Mapala Nayottama membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau berbagi kendala seputar pengelolaan sampah. Kamu bisa menghubungi:
- Instagram/Facebook: @MapalaNayottama (Direct Message)
- Email: mapala.nayottama@gmail.com
***
Mari Mulai Dari Sekarang!
Memilah sampah adalah langkah kecil dengan dampak yang raksasa. Mari kita biasakan memilah sampah organik dan non-organik demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi anak cucu kita.
***
Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan sedang mengisi materi
0 Komentar