Mapala Nayottama
  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 

Foto: semua yang telah hadir dan mengikuti acara sampai selesai melakukan foto bersama setelah selesai acara.


Kediri, 30 Mei 2026
- telah dilaksanakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang pembelajaran, refleksi, serta diskusi kritis mengenai berbagai isu sosial, lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat yang diangkat dalam film tersebut.

Film Pesta Babi merupakan film dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang mengangkat realitas kehidupan masyarakat adat Papua di tengah berbagai proyek pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Film ini berdurasi sekitar 95 menit dan mulai diperkenalkan kepada publik pada tahun 2026.


Latar Belakang Kegiatan

Film Pesta Babi menjadi perhatian masyarakat karena menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Papua, khususnya terkait perubahan fungsi hutan, konflik agraria, dampak proyek pembangunan skala besar, serta kehidupan masyarakat adat yang terdampak oleh berbagai kebijakan pembangunan. Film ini mendorong masyarakat untuk melihat secara lebih dekat kondisi sosial dan lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan nobar dan diskusi, peserta diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu memahami pesan yang disampaikan serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu sosial yang terjadi di Indonesia.


Jalannya Kegiatan

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh panitia yang menjelaskan tujuan pelaksanaan nobar dan diskusi. Selanjutnya dilakukan pemutaran film Pesta Babi yang berlangsung dengan penuh perhatian dari para peserta.

Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam sesi ini peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, tanggapan, pertanyaan, maupun refleksi terhadap isi film. Diskusi berlangsung secara interaktif dan menghasilkan berbagai perspektif mengenai isu lingkungan, pembangunan, hak masyarakat adat, serta pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis.

Foto: Rosita Anggraini,selaku ketua umum menyerahkan sertifikat kegiatan nobar dan diskusi film.

Hasil dan Pembahasan

Dari hasil diskusi, terdapat beberapa poin penting yang menjadi perhatian peserta, antara lain:

  1. Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

    Film menunjukkan bagaimana perubahan fungsi hutan dapat memberikan dampak terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam.

  2. Perlindungan hak masyarakat adat

    Peserta menilai bahwa masyarakat adat memiliki hak untuk mempertahankan tanah, budaya, dan cara hidup yang telah diwariskan secara turun-temurun.

  3. Dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal

    Diskusi menyoroti perlunya pembangunan yang memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan agar tidak merugikan kelompok masyarakat tertentu.

  4. Pentingnya ruang diskusi publik
    Film dokumenter dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang sering kali kurang mendapat perhatian.

Manfaat Kegiatan

Kegiatan nobar dan diskusi film Pesta Babi memberikan beberapa manfaat, yaitu:

  • Menambah wawasan peserta mengenai isu sosial dan lingkungan.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis.
  • Menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat adat dan lingkungan hidup.
  • Mendorong budaya diskusi yang sehat dan konstruktif.
  • Menjadi sarana edukasi melalui media film dokumenter.

Kesimpulan

Kegiatan nobar dan diskusi film Pesta Babi pada tanggal 30 Mei 2026 merupakan kegiatan yang memberikan nilai edukatif dan reflektif bagi peserta. Melalui film dan diskusi yang dilakukan, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai persoalan lingkungan, hak masyarakat adat, dan dampak pembangunan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa film dokumenter dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kesadaran sosial serta mendorong terciptanya dialog yang kritis dan konstruktif.

Daftar Pustaka

  1. TribunnewsWiki. (2026). Film Pesta Babi (2026).
  2. Suara.com. (2026). Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak.
  3. Bisnisia.id. (2026). Film Pesta Babi Viral, 7 Fakta Kontroversi, Sinopsis, dan Cara Nonton.
  4. DutaJatim.com. (2026). Nobar Film Pesta Babi di Sejumlah Daerah Dibubarkan, Mengapa?
*** 
Scriptwriter: Serayu
Editor: Medono

 

Foto : Beberapa Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Nayottama sedang melakukan pemanasan.


KEDIRI– Universitas Pawyatan Daha Kediri sukses menggelar puncak perayaan Dies Natalis yang ke-49 pada Minggu, 24 Mei 2026. Mengusung tema besar "Semarakartha Daha", perayaan tahun ini berlangsung meriah dengan memadukan esensi akademis, pelestarian budaya lokal, serta panggung kreativitas mahasiswa. Perayaan hari lahir kampus tercinta ini menjadi momentum refleksi sekaligus pembuktian eksistensi Universitas Pawyatan Daha sebagai salah satu perguruan tinggi penopang pendidikan tinggi berkualitas di Kota Kediri.


Menolak Lupa Akar Sejarah Kediri

Rangkaian acara yang memuncak pada 24 Mei ini dihadiri oleh jajaran rektorat, yayasan, dosen, alumni, serta ratusan mahasiswa yang memadati area kampus. Suasana sakral dan kegembiraan berbaur menjadi satu sejak pagi hari.

Pemilihan nama "Smarakatha Daha" atau "Semarak Artha Daha" sendiri bukan tanpa alasan. Nama ini mencerminkan semangat yang menyala untuk membawa kejayaan bagi universitas, sekaligus penghormatan mendalam terhadap bumi "Daha" (Kediri) yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Perayaan ini menegaskan komitmen kampus untuk terus melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan peduli pada kearifan lokal.

Rangkaian Kegiatan dan Panggung Kreativitas

Kemeriahan Dies Natalis ke-49 ini diisi dengan berbagai agenda menarik yang melibatkan seluruh sivitas akademika:

  • Upacara Khidmat & Pemotongan Tumpeng: Sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan hampir setengah abad membina generasi bangsa, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Rektor Universitas Pawyatan Daha.
  • Orasi Ilmiah: Refleksi pencapaian kampus dalam bidang tri dharma perguruan tinggi serta arah strategis universitas menuju usia emas (50 tahun) di tahun depan.
  • Pentas Seni & Budaya Mahasiswa: Panggung "Smarakatha Daha 49" menjadi saksi bakat luar biasa mahasiswa. Mulai dari pertunjukan musik bergaya modern, tari tradisional yang memukau, hingga unjuk kreativitas dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
  • Pameran kerajinan barang : Stan-stan kreatif mahasiswa ikut mewarnai festival, memamerkan berbagai produk kerajinan tangan hasil inovasi mandiri.

Menuju Usia Emas dengan Optimisme

Dies natalis kali ini dipandang sangat strategis karena menjadi gerbang penentu menuju usia emas (49 tahun) Universitas Pawyatan Daha. Dalam sambutannya, pihak rektorat menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen kampus yang terus konsisten berinovasi dan menjaga mutu pendidikan.

Dengan suksesnya gelaran "Semarak Artha Daha 49", Universitas Pawyatan Daha tidak hanya merayakan bertambahnya usia, tetapi juga meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menjadi agent of change yang membawa dampak positif bagi masyarakat Kediri dan Indonesia.

Selamat Hari Jadi ke-49, Universitas Pawyatan Daha!

*** 

Scriptwriter: Serayu
Editor : Medono



Foto : Semua anggota yang hadir melakukan foto bersama setelah selesai acara.

Musyawarah Anggota (MUSANG) merupakan momentum tertinggi dalam kedaulatan sebuah organisasi. Pada tanggal 25-26 April 2026, keluarga besar Mapala Nayottama telah sukses menyelenggarakan agenda tahunan ini dengan khidmat dan penuh dinamika dialektika.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan ajang penentu arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan. Berlokasi di titik temu gagasan, seluruh anggota berkumpul untuk mengevaluasi, merumuskan, dan menetapkan landasan fundamental perjuangan organisasi.

Menyusun Fondasi Melalui Sidang Pleno

Fokus utama dalam Musyawarah Anggota kali ini adalah penguatan konstitusi dan tata kelola internal. Terdapat lima poin krusial yang menjadi pembahasan utama dalam persidangan:

  • AD/ART (Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga) : Peninjauan kembali aturan dasar guna memastikan organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan marwah Mapala.

  • GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) : Perumusan strategi jangka panjang mengenai arah gerak Mapala Nayottama dalam kancah pecinta alam dan pengabdian masyarakat.

  • GBPKK (Garis Besar Program Kerja Kepengurusan) : Penyusunan draf program kerja yang aplikatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi anggota maupun lingkungan.

  • PO (Peraturan Organisasi) : Sinkronisasi aturan teknis administratif agar roda organisasi berjalan lebih efektif dan efisien.

  • Rekomendasi : Pengumpulan aspirasi dan masukan strategis dari anggota sebagai mandat yang harus dijalankan oleh kepengurusan selanjutnya.

Fajar Baru: Terpilihnya Ketua Umum Baru


Foto : Sebelah kiri ketua umum periode sebelumnya menyerahkan bendera kepada Ketua Umum Terpilih Serayu

Setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang dan demokratis, puncak acara ditandai dengan pemilihan Ketua Umum Mapala Nayottama untuk periode mendatang.

Berdasarkan hasil kesepakatan forum, Rosita Aggraini yang akrab dengan nama lapangan Serayu, resmi terpilih sebagai nahkoda baru Mapala Nayottama. Terpilihnya Serayu membawa harapan segar bagi seluruh anggota. Dengan latar belakang dedikasi yang kuat, ia diharapkan mampu membawa organisasi terbang lebih tinggi dan tetap membumi dalam setiap aksi lingkungan.

Harapan untuk Hari Esok

Selesainya Musyawarah Anggota ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Estafet kepemimpinan telah berpindah, dan dokumen organisasi telah diperbarui. Kini saatnya seluruh elemen Mapala Nayottama merapatkan barisan untuk mendukung visi dan misi yang telah disepakati bersama.

"Musyawarah ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan refleksi bersama untuk memperkokoh pondasi organisasi. Dengan selesainya pembahasan AD/ART, GBHO, dan PO ini, kita memiliki kompas yang jelas untuk melangkah lebih jauh," ujar perwakilan pimpinan sidang.

Selamat bertugas kepada Ketua Umum terpilih, Rosita "Serayu" Aggraini. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kejayaan Mapala Nayottama.


Lestari!

Foto : oleh Magda Ehlers dari Pexels

Pernah terpikir nggak, kenapa setiap kali buka profil atau konten kita, mata langsung disambut dengan nuansa Ungu yang dominan? Bukan cuma soal estetika atau "biar kelihatan lucu" aja, lho. Ada alasan filosofis yang dalam di balik pemilihan warna ini.

Warna bukan sekadar hiasan; ia adalah bahasa visual yang berbicara sebelum kita sempat membaca teksnya. Yuk, kita bedah rahasia di balik palet warna kita!

1. Ungu: Sang "Nayottama" (Kebijaksanaan)

Warna utama kita adalah ungu. Dalam psikologi warna, ungu sering dikaitkan dengan spiritualitas dan kemewahan. Namun bagi kita, ungu adalah representasi dari kata Nayottama.

Apa itu Nayottama? Dalam bahasa Sanskerta, Nayottama berarti "Kebijaksanaan yang Unggul". Kami ingin setiap konten yang dibagikan bukan sekadar lewat, tapi membawa nilai, edukasi, dan sudut pandang yang bijak bagi siapa pun yang melihatnya.

2. Aksen Kuning: Percikan Inspirasi & Kehangatan

Kalau kamu perhatikan, ada sentuhan warna kuning yang menyelip di antara dominasi ungu. Kuning adalah simbol dari matahari dan energi.

  • Inspirasi: Kami ingin menjadi pemantik ide-ide baru buat kamu.
  • Hangat: Meski kita bicara soal "kebijaksanaan yang unggul", kami ingin tetap terasa dekat dan bersahabat seperti obrolan di warung kopi.

3. Hitam: Fondasi Kekuatan & Elegan

Sebagai pelengkap, warna hitam hadir untuk memberikan struktur. Hitam melambangkan Kekuatan (Power) dan Elegan. Ini adalah janji kami untuk tetap profesional, berwibawa, dan memiliki dasar yang kuat dalam setiap informasi yang disajikan.


Kesimpulannya: Perpaduan warna ini adalah doa dan visi kami. Kami ingin menjadi wadah yang bijaksana (Ungu), penuh inspirasi yang hangat (Kuning), namun tetap memiliki karakter yang kuat dan elegan (Hitam).

Jadi, setiap kali kamu melihat warna-warna ini di feed kamu, ingatlah bahwa ada semangat "Nayottama" yang sedang kami bagikan.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Panitia sedang berbagi takjil kepada beberapa pengguna jalan 

Kediri, 08 Maret 2026 - 
Semangat berbagi di bulan suci terpancar nyata di depan gerbang Universitas Pawyatan Daha (UPD) Kediri sore tadi. Keluarga besar Mapala Nayottama turun ke jalan untuk menggelar aksi bagi-bagi takjil gratis bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB ini menyasar para pengendara dan warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Senyum ramah para anggota Mapala menyambut setiap warga yang melintas, menciptakan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk jalanan sore.

Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Kerukunan

Foto :
 Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Foto Bersama dengan Pembina
 

Bagi Mapala Nayottama, aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan kerukunan antar anggota.

"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat nilai kebersamaan di internal organisasi," ujar perwakilan panitia.

Hangatnya Buka Bersama Lintas Generasi

Setelah aksi di jalanan usai, rangkaian acara berlanjut dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh anggota aktif serta Pembina organisasi. Suasana berlangsung hangat dan penuh tawa, sebelum akhirnya seluruh anggota melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahman.

Melalui kegiatan ini, Mapala Nayottama berharap semangat ibadah dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan semakin meningkat. Bukan hanya sekadar organisasi pencinta alam, aksi hari ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri seorang pencinta alam.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Mahasiswa Pencinta Alam sedang melakukan pengenalan kepada para siswa siswi, 23 Februari 2026. 

KEDIRI, Februari 2026 — Kampus Universitas Pawyatan Daha (UPD) mendadak riuh dengan kehadiran ratusan siswa-siswi yang datang berkunjung pada 23-25 Februari 2026. Di antara berbagai stan yang ada, satu titik tampak menonjol dengan nuansa petualangan dan aroma dedikasi: Stan Mapala Nayottama.

Sebagai bagian dari Program Sekolah Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Yayasan Pawyatan Daha, Mapala Nayottama tidak hanya sekadar memamerkan alat-alat pendakian. Mereka membawa misi yang lebih besar: menanamkan benih cinta alam dan memperkenalkan jati diri organisasi kepada generasi muda.


Persiapan Totalitas Hingga Larut Malam

Foto : Anggota Mapala Nayottama di depan Stan

Kesuksesan aksi ini tidak datang begitu saja. Demi memberikan kesan terbaik, tim Mapala Nayottama terpantau melakukan persiapan hingga pukul 22.00 WIB pada malam sebelumnya. Mulai dari menghias stan agar menarik secara visual hingga simulasi materi dilakukan dengan serius.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk mengenalkan Mapala Nayottama secara lebih dekat, terutama mengenai garis besar kegiatan yang telah kami laksanakan setahun belakangan ini," ungkap Fiki Obrian Atma, Ketua Umum Mapala Nayottama.


Lebih dari Sekadar Otot: Mengasah Kemampuan Public Speaking

Uniknya, momen kunjungan sekolah ini juga dimanfaatkan sebagai kawah candradimuka bagi para anggota Mapala untuk mengasah soft skill. Jika biasanya mereka tangguh di medan terbuka, kali ini mereka ditantang untuk tangguh dalam berkomunikasi di depan publik.

Patricia, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa sistem pembagian tugas dilakukan secara bergantian agar semua anggota merasakan pengalaman yang sama.
"Saya sangat senang melihat siswa-siswi begitu bersemangat. Bagi kami, ini adalah proses belajar berkomunikasi di depan umum yang sangat berharga," ujarnya.


Menjaga Warisan Sejarah Melalui Aksi Nyata

Di kampus yang sarat akan nilai sejarah ini, Mapala Nayottama membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan para pendiri yayasan tetap relevan. Melalui presentasi pencapaian selama setahun terakhir mulai dari aksi lingkungan hingga sosial mereka menunjukkan bahwa mahasiswa pencinta alam adalah sosok yang peduli, berkarakter, dan siap berkontribusi.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan, menciptakan inspirasi bagi para siswa yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Angkatan Kalpataru dan beberapa anggota Mapala Nayottama


Kediri, 07 Februari 2026 - Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Nayottama. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, mereka baru saja menggelar acara tasyakuran untuk meresmikan angkatan ke-5 yang diberi nama Kalpataru.

Nama "Kalpataru" sendiri bukan sekadar identitas, melainkan simbol pohon kehidupan yang melambangkan pengharapan akan kelestarian alam dan kekuatan yang mengakar. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk puji syukur atas segala karunia Tuhan yang telah menyertai perjalanan organisasi hingga lahirnya generasi terbaru.

Prosesi Potong Tumpeng dan Doa Bersama

Kegiatan dimulai setelah waktu Magrib dan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Acara inti diisi dengan doa bersama yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng yang menjadi tradisi khas dalam merayakan momen penting.

"Kegiatan ini adalah bentuk syukur kami terhadap lingkungan dan karunia Tuhan yang sudah diberikan, serta sebagai ucapan telah lahirnya angkatan kami, Angkatan Kalpataru," ungkap Agung Romadhon selaku Ketua Pelaksana acara tersebut.

 

Mempererat Ikatan Lintas Generasi

Tasyakuran ini tidak hanya dihadiri oleh anggota aktif, tetapi juga menjadi ajang temu kangen bagi para alumni Mapala Nayottama. Kehadiran para senior memberikan warna tersendiri, di mana pengalaman masa lalu bertemu dengan semangat anggota baru.

Kehadiran alumni membuktikan bahwa ikatan persaudaraan di Mapala Nayottama tidak terbatas pada masa pendidikan saja, melainkan terus tumbuh dan terjaga selamanya.

Makna di Balik Nama Kalpataru

Bagi Mapala Nayottama, lahirnya angkatan ke-5 ini diharapkan membawa energi baru dalam upaya pelestarian alam dan pengembangan karakter mahasiswa. Sesuai dengan namanya, Angkatan Kalpataru diharapkan dapat menjadi sosok yang tangguh, memberikan manfaat bagi sekitarnya, dan selalu menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam.

Selamat datang dan selamat berproses untuk Angkatan Kalpataru! Semoga semangat syukur ini menjadi bahan bakar untuk pengabdian-pengabdian selanjutnya bagi lingkungan dan bangsa.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

POPULAR POSTS

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • RAMADHAN BERBAGI : MAPALA NAYOTTAMA TEBARKAN KEBAIKAN DI DEPAN KAMPUS UPD
  • BERANI BICARA, BERANI MELINDUNGI : MAPALA NAYOTTAMA LAWAN BULLYING DI SDN 1 JANTI WATES
  • SAMPAH JADI BERKAH : KOLABORASI MAPALA NAYOTTAMA & LASKAR PENGAJAR HIJAUKAN KEDIRI
  • TASYAKURAN ANGKATAN KALPATARU : SIMBOL RASA SYUKUR DAN LAHIRNYA GENERASI BARU MAPALA NAYOTTAMA
  • KENAPA SIH SOCIAL MEDIA KITA ISINYA "UNGU" SEMUA??
  • DIES NATALIS UNIVERSITAS PAWYATAN DAHA KEDIRI KE 49 THN
  • NAYOTTAMA TUNTASKAN DIKLATSAR KE V: DARI TEORI RUANG HINGGA GEMBLENGAN FISIK DI GUNUNG WILIS
  • MUSYAWARAH ANGGOTA MAPALA NAYOTTAMA TETAPKAN ARAH ORGANISASI BARU DAN PILIH SERAYU SEBAGAI KETUA UMUM PERIODE 2026-2027

Categories

  • Delegasi
  • Kenal Nayottama
  • Mapala Nayottama
  • Nayottama Sosialisasi
  • Program Kerja

Advertisement

Follow us on Facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About Me


I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out. Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.

Popular Posts

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • RAMADHAN BERBAGI : MAPALA NAYOTTAMA TEBARKAN KEBAIKAN DI DEPAN KAMPUS UPD

Advertisement

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates