Mapala Nayottama
  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Foto : Panitia sedang berbagi takjil kepada beberapa pengguna jalan 

Kediri, 08 Maret 2026 - 
Semangat berbagi di bulan suci terpancar nyata di depan gerbang Universitas Pawyatan Daha (UPD) Kediri sore tadi. Keluarga besar Mapala Nayottama turun ke jalan untuk menggelar aksi bagi-bagi takjil gratis bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB ini menyasar para pengendara dan warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Senyum ramah para anggota Mapala menyambut setiap warga yang melintas, menciptakan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk jalanan sore.

Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Kerukunan

Foto :
 Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Foto Bersama dengan Pembina
 

Bagi Mapala Nayottama, aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan kerukunan antar anggota.

"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat nilai kebersamaan di internal organisasi," ujar perwakilan panitia.

Hangatnya Buka Bersama Lintas Generasi

Setelah aksi di jalanan usai, rangkaian acara berlanjut dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh anggota aktif serta Pembina organisasi. Suasana berlangsung hangat dan penuh tawa, sebelum akhirnya seluruh anggota melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahman.

Melalui kegiatan ini, Mapala Nayottama berharap semangat ibadah dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan semakin meningkat. Bukan hanya sekadar organisasi pencinta alam, aksi hari ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri seorang pencinta alam.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Anti Bullying bersama Murid Murid dan Guru SDN 1 Janti Wates - 16 Agustus, 2025
Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Anti Bullying bersama Murid Murid dan Guru SDN 1 Janti Wates

Kediri, 16 Agustus 2025 — Menjelang hari kemerdekaan, Mapala Nayottama membawa semangat kemerdekaan yang berbeda: kemerdekaan bagi anak-anak untuk belajar tanpa rasa takut. Pada Sabtu (16/08), tim Mapala Nayottama menyambangi SDN 1 Janti Wates untuk menggelar sosialisasi anti-bullying yang diikuti dengan antusias oleh para siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan respon cepat terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang kian mengkhawatirkan.

Bullying Bukan Hal Remeh

Ketua Pelaksana kegiatan, Alifia Putri Nabila, menegaskan bahwa dampak dari bullying bisa merusak masa depan seorang anak secara perlahan namun pasti.

"Kami menganggap bullying itu bukan hal remeh. Dampaknya sangat nyata; siswa bisa menjadi malas sekolah hingga kehilangan rasa percaya diri. Ini harus ditangani secara serius," ujar Alifia.

Mengajak Siswa "Bercerita" Lewat Permainan

Alih-alih memberikan ceramah yang membosankan, Mapala Nayottama menggunakan pendekatan yang ramah anak. Melalui presentasi visual dan Game Kerjasama, para siswa diajak untuk memahami arti kekeluargaan dan pentingnya saling menghargai.

Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menjelaskan bahwa tujuan utama dari penyuluhan ini adalah agar siswa mampu mengenali berbagai macam jenis bullying dan memiliki keberanian untuk melapor.

"Kami ingin mengajak para siswa-siswi untuk mau bercerita. Kami prihatin dengan berita-berita bullying belakangan ini, maka dari itu kami hadir untuk mengenalkan mereka pada macam-macam bentuk perundungan agar mereka bisa waspada," jelas Fiki.

Komitmen "Berani Bicara, Berani Melindungi"

Foto : Alifia Putri Nabila, Selaku Ketua Pelaksana (kanan) menyerahkan Sertifikat Kegiatan kepada Perwakilan Guru (Kiri)

Dengan mengusung tema "Berani Bicara, Berani Melindungi", Mapala Nayottama menegaskan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas di gunung atau hutan, tetapi juga di tengah isu sosial masyarakat.

Mapala Nayottama berkomitmen menyediakan ruang aman bagi para siswa yang ingin berbagi cerita atau mengadukan kendala terkait bullying melalui kanal resmi mereka:

  • Instagram/Facebook: @MapalaNayottama (Direct Message)
  • Email: mapala.nayottama@gmail.com

Mendukung Indonesia Emas 2045

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Mapala Nayottama dalam mendukung Program Indonesia Emas. Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman adalah pondasi utama untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berkarakter.

"Semoga kegiatan ini menjadi perhatian khusus bagi kami di luar dunia kepencintaalaman dan membawa manfaat nyata bagi semua pihak," pungkas Fiki.
Mari kita bersama-sama menciptakan sekolah yang bebas dari ketakutan. Karena setiap anak berhak untuk tumbuh dengan bahagia!
***


Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Pengenalan Sampah bersama Kominitas Laskar Pelajar
 
Kediri, 22 Juli 2025 — Masalah sampah bukan lagi sekadar urusan "buang pada tempatnya," melainkan tentang bagaimana kita mengelolanya sebelum menjadi bencana. Menanggapi isu pencemaran lingkungan yang kian marak, Mapala Nayottama bersinergi dengan Laskar Pengajar menggelar sosialisasi intensif mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik pada Sabtu (22/06/2025) lalu.

Kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap ancaman banjir dan kerusakan ekosistem yang seringkali berakar dari kelalaian kecil dalam membuang sampah.

Bukan Sekadar Teori, Tapi Praktik Langsung

Sosialisasi yang digelar tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif melalui demonstrasi praktis. Peserta diajak untuk:
  • Mengenal Perbedaan: Memahami karakter sampah organik (sisa makanan, daun) vs non-organik (plastik, kaleng).
  • Praktik Kompos: Demonstrasi mengubah sampah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
  • Upcycling: Menyulap sampah non-organik menjadi kerajinan tangan bernilai guna.
"Membuang sampah sembarangan bisa mengakibatkan bencana alam yang merugikan kita semua. Solusinya dimulai dari rumah: membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai," tegas Dita Pramudika, selaku Ketua Pelaksana.

5 Alasan Mengapa Pemilahan Sampah Itu Vital

Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menjabarkan visi besar di balik kegiatan ini. Menurutnya, pemilahan sampah memiliki dampak berantai yang positif:
  • Meningkatkan Kesadaran: Mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi mencampur sampah sejak dari dapur.
  • Mengurangi Pencemaran: Mencegah bau tak sedap dan pencemaran tanah serta air di TPA.
  • Mendorong Gaya Hidup 3R: Menumbuhkan kebiasaan Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membangun Kepedulian Sosial: Menciptakan semangat gotong royong demi lingkungan yang lebih sehat.
  • Investasi Masa Depan: Mengedukasi generasi muda agar tumbuh dengan karakter peduli lingkungan.

Ubah Limbah Jadi Manfaat

Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, tim Nayottama menekankan bahwa sampah sebenarnya bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar. Sampah organik bisa kembali ke alam sebagai pupuk, sementara sampah non-organik bisa masuk ke siklus daur ulang agar tidak menumpuk di laut atau hutan.


Punya Kendala dalam Mendaur Ulang?

Mapala Nayottama membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau berbagi kendala seputar pengelolaan sampah. Kamu bisa menghubungi:
  • Instagram/Facebook: @MapalaNayottama (Direct Message)
  • Email: mapala.nayottama@gmail.com
***

Mari Mulai Dari Sekarang!

Memilah sampah adalah langkah kecil dengan dampak yang raksasa. Mari kita biasakan memilah sampah organik dan non-organik demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi anak cucu kita.


***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan sedang mengisi materi
Foto : Panitia Kegiatan dan Beberapa Peserta Kegiatan CleanUp

Kediri, 22 Februari 2025 — Landmark kebanggaan masyarakat Kediri, Simpang Lima Gumul (SLG), baru saja mendapatkan "sentuhan kasih" dari para pejuang lingkungan. Mapala Nayottama bersinergi dengan Indonesia Indah Foundation (IIF) sukses menggelar aksi CleanUp massal yang melibatkan puluhan relawan berdedikasi.
Hanya dalam waktu kurang lebih dua jam, aksi ini berhasil membuktikan bahwa kolaborasi nyata dapat memberikan dampak instan bagi kebersihan ruang publik.

70 Kg Sampah dalam 120 Menit

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini membagi pasukan relawan ke dalam dua titik strategis. Fokus utama pembersihan adalah area yang bersentuhan langsung dengan pusat kuliner dan pedagang kaki lima.

"Para relawan berhasil mengumpulkan sekitar 70 kg sampah. Mayoritas adalah sampah plastik bungkus makanan. Kegiatan ini kami bagi menjadi dua titik dengan kekuatan masing-masing sekitar 25 personil," jelas Binti Laifatul F, selaku koordinator lapangan.

Lebih dari Sekadar Memungut Sampah

Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menekankan bahwa aksi ini memiliki misi jangka panjang, yaitu edukasi visual bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke SLG.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan. Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tapi tentang menumbuhkan rasa kepedulian. Kami berharap aksi ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang untuk lebih mencintai lingkungannya," tambah Fiki.

Mengenal Indonesia Indah Foundation (IIF)

Kolaborasi kali ini terasa spesial karena kehadiran Indonesia Indah Foundation (IIF). Yayasan nirlaba ini memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam isu lingkungan di Indonesia.

  • Sejarah: Didirikan oleh Angela Jelita Richardson, sosok di balik gerakan Clean Up Jakarta Day (2013). IIF resmi diluncurkan pada Februari 2019.
  • Misi: Mendidik masyarakat untuk menjadi "Agen Perubahan" yang sadar lingkungan.
  • Visi Besar: Mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar Indonesia tidak lagi menjadi penyumbang sampah laut terbesar kelima di dunia.

IIF bekerja tanpa kenal lelah bersama tim internal dan relawan untuk memastikan pesan "Indonesia Bersih" sampai ke seluruh lapisan masyarakat di nusantara.

Mari Menjadi Bagian dari Solusi

Aksi di Simpang Lima Gumul ini menjadi pengingat bahwa sampah plastik yang kita buang sembarangan tidak akan hilang dengan sendirinya. Dibutuhkan kesadaran kolektif untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bertanggung jawab atas sampah masing-masing.
***


Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

POPULAR POSTS

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • TASYAKURAN ANGKATAN KALPATARU : SIMBOL RASA SYUKUR DAN LAHIRNYA GENERASI BARU MAPALA NAYOTTAMA
  • RAMADHAN BERBAGI : MAPALA NAYOTTAMA TEBARKAN KEBAIKAN DI DEPAN KAMPUS UPD
  • NAYOTTAMA TUNTASKAN DIKLATSAR KE V: DARI TEORI RUANG HINGGA GEMBLENGAN FISIK DI GUNUNG WILIS
  • BERANI BICARA, BERANI MELINDUNGI : MAPALA NAYOTTAMA LAWAN BULLYING DI SDN 1 JANTI WATES
  • SAMPAH JADI BERKAH : KOLABORASI MAPALA NAYOTTAMA & LASKAR PENGAJAR HIJAUKAN KEDIRI
  • KENAPA SIH SOCIAL MEDIA KITA ISINYA "UNGU" SEMUA??
  • DIES NATALIS UNIVERSITAS PAWYATAN DAHA KEDIRI KE 49 THN
  • 4 TAHUN MAPALA NAYOTTAMA : REFLEKSI MILESTONE KECIL MENUJU MIMPI BESAR

Categories

  • Delegasi
  • Kenal Nayottama
  • Mapala Nayottama
  • Nayottama Sosialisasi
  • Program Kerja

Advertisement

Follow us on Facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About Me


I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out. Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.

Popular Posts

  • NONTON BARENG (NOBAR) DAN DISKUSI FILM " PESTA BABI"
  • SEMANGAT "PAWYATAN DAHA" DI MATA SISWA : AKSI MAPALA NAYOTTAMA DALAM PROGRAM SEKOLAH BERKELANJUTAN
  • TASYAKURAN ANGKATAN KALPATARU : SIMBOL RASA SYUKUR DAN LAHIRNYA GENERASI BARU MAPALA NAYOTTAMA

Advertisement

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates