Foto : Panitia sedang berbagi takjil kepada beberapa pengguna jalan
Kediri, 08 Maret 2026 - Semangat berbagi di bulan suci terpancar nyata di depan gerbang Universitas Pawyatan Daha (UPD) Kediri sore tadi. Keluarga besar Mapala Nayottama turun ke jalan untuk menggelar aksi bagi-bagi takjil gratis bagi masyarakat dan pengguna jalan.Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB ini menyasar para pengendara dan warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Senyum ramah para anggota Mapala menyambut setiap warga yang melintas, menciptakan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk jalanan sore.
Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Kerukunan
Foto : Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Foto Bersama dengan Pembina Bagi Mapala Nayottama, aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan kerukunan antar anggota.
"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat nilai kebersamaan di internal organisasi," ujar perwakilan panitia.
Hangatnya Buka Bersama Lintas Generasi
Setelah aksi di jalanan usai, rangkaian acara berlanjut dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh anggota aktif serta Pembina organisasi. Suasana berlangsung hangat dan penuh tawa, sebelum akhirnya seluruh anggota melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahman.
Melalui kegiatan ini, Mapala Nayottama berharap semangat ibadah dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan semakin meningkat. Bukan hanya sekadar organisasi pencinta alam, aksi hari ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri seorang pencinta alam.
***
Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Pengenalan Sampah bersama Kominitas Laskar Pelajar
Kediri, 22 Juli 2025 — Masalah sampah bukan lagi sekadar urusan "buang pada tempatnya," melainkan tentang bagaimana kita mengelolanya sebelum menjadi bencana. Menanggapi isu pencemaran lingkungan yang kian marak, Mapala Nayottama bersinergi dengan Laskar Pengajar menggelar sosialisasi intensif mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik pada Sabtu (22/06/2025) lalu.
Kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap ancaman banjir dan kerusakan ekosistem yang seringkali berakar dari kelalaian kecil dalam membuang sampah.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Praktik Langsung
Sosialisasi yang digelar tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif melalui demonstrasi praktis. Peserta diajak untuk:
- Mengenal Perbedaan: Memahami karakter sampah organik (sisa makanan, daun) vs non-organik (plastik, kaleng).
- Praktik Kompos: Demonstrasi mengubah sampah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
- Upcycling: Menyulap sampah non-organik menjadi kerajinan tangan bernilai guna.
"Membuang sampah sembarangan bisa mengakibatkan bencana alam yang merugikan kita semua. Solusinya dimulai dari rumah: membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai," tegas Dita Pramudika, selaku Ketua Pelaksana.
5 Alasan Mengapa Pemilahan Sampah Itu Vital
Ketua Umum Mapala Nayottama, Fiki Obrian Atma, menjabarkan visi besar di balik kegiatan ini. Menurutnya, pemilahan sampah memiliki dampak berantai yang positif:
- Meningkatkan Kesadaran: Mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi mencampur sampah sejak dari dapur.
- Mengurangi Pencemaran: Mencegah bau tak sedap dan pencemaran tanah serta air di TPA.
- Mendorong Gaya Hidup 3R: Menumbuhkan kebiasaan Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari.
- Membangun Kepedulian Sosial: Menciptakan semangat gotong royong demi lingkungan yang lebih sehat.
- Investasi Masa Depan: Mengedukasi generasi muda agar tumbuh dengan karakter peduli lingkungan.
Ubah Limbah Jadi Manfaat
Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, tim Nayottama menekankan bahwa sampah sebenarnya bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar. Sampah organik bisa kembali ke alam sebagai pupuk, sementara sampah non-organik bisa masuk ke siklus daur ulang agar tidak menumpuk di laut atau hutan.
Punya Kendala dalam Mendaur Ulang?
Mapala Nayottama membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau berbagi kendala seputar pengelolaan sampah. Kamu bisa menghubungi:
- Instagram/Facebook: @MapalaNayottama (Direct Message)
- Email: mapala.nayottama@gmail.com
***
Mari Mulai Dari Sekarang!
Memilah sampah adalah langkah kecil dengan dampak yang raksasa. Mari kita biasakan memilah sampah organik dan non-organik demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi anak cucu kita.
***Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur

Foto : Panitia Pelaksana Kegiatan sedang mengisi materi