Foto : Mahasiswa Pencinta Alam sedang melakukan pengenalan kepada para siswa siswi, 23 Februari 2026.
KEDIRI, Februari 2026 — Kampus Universitas Pawyatan Daha (UPD) mendadak riuh dengan kehadiran ratusan siswa-siswi yang datang berkunjung pada 23-25 Februari 2026. Di antara berbagai stan yang ada, satu titik tampak menonjol dengan nuansa petualangan dan aroma dedikasi: Stan Mapala Nayottama.
Sebagai bagian dari Program Sekolah Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Yayasan Pawyatan Daha, Mapala Nayottama tidak hanya sekadar memamerkan alat-alat pendakian. Mereka membawa misi yang lebih besar: menanamkan benih cinta alam dan memperkenalkan jati diri organisasi kepada generasi muda.
Sebagai bagian dari Program Sekolah Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Yayasan Pawyatan Daha, Mapala Nayottama tidak hanya sekadar memamerkan alat-alat pendakian. Mereka membawa misi yang lebih besar: menanamkan benih cinta alam dan memperkenalkan jati diri organisasi kepada generasi muda.
Persiapan Totalitas Hingga Larut Malam
Kesuksesan aksi ini tidak datang begitu saja. Demi memberikan kesan terbaik, tim Mapala Nayottama terpantau melakukan persiapan hingga pukul 22.00 WIB pada malam sebelumnya. Mulai dari menghias stan agar menarik secara visual hingga simulasi materi dilakukan dengan serius.
"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk mengenalkan Mapala Nayottama secara lebih dekat, terutama mengenai garis besar kegiatan yang telah kami laksanakan setahun belakangan ini," ungkap Fiki Obrian Atma, Ketua Umum Mapala Nayottama.
Lebih dari Sekadar Otot: Mengasah Kemampuan Public Speaking
Uniknya, momen kunjungan sekolah ini juga dimanfaatkan sebagai kawah candradimuka bagi para anggota Mapala untuk mengasah soft skill. Jika biasanya mereka tangguh di medan terbuka, kali ini mereka ditantang untuk tangguh dalam berkomunikasi di depan publik.
Patricia, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa sistem pembagian tugas dilakukan secara bergantian agar semua anggota merasakan pengalaman yang sama.
"Saya sangat senang melihat siswa-siswi begitu bersemangat. Bagi kami, ini adalah proses belajar berkomunikasi di depan umum yang sangat berharga," ujarnya.
Menjaga Warisan Sejarah Melalui Aksi Nyata
Di kampus yang sarat akan nilai sejarah ini, Mapala Nayottama membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan para pendiri yayasan tetap relevan. Melalui presentasi pencapaian selama setahun terakhir mulai dari aksi lingkungan hingga sosial mereka menunjukkan bahwa mahasiswa pencinta alam adalah sosok yang peduli, berkarakter, dan siap berkontribusi.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan, menciptakan inspirasi bagi para siswa yang kelak akan menjadi penerus bangsa.
***
Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur
0 Komentar