Dunia aktivis kampus takkan lengkap tanpa kehadiran para petualang yang mendedikasikan dirinya untuk alam. Di Universitas Pawyatan Daha (UPD) Kediri, sebuah nama mulai berkibar sejak akhir 2021: Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) “Nayottama”.
Namun, tahukah Anda bahwa organisasi yang menjunjung tinggi kekeluargaan ini memiliki sejarah perjuangan yang cukup unik di tengah masa pandemi? Mari kita intip perjalanan mereka.
Berawal dari Ruang Digital
Siapa sangka, organisasi besar ini bermula dari sebuah grup WhatsApp pada tahun 2020 dengan nama "Mapala UPD". Di tengah keterbatasan interaksi fisik akibat Covid-19, semangat para pendiri tidak surut.
Perjalanan birokrasi dimulai saat mereka mengajukan pembentukan UKM kepada Kaprodi Administrasi Bisnis, Ibu Yani Dwi Restanti. Tantangannya tidak main-main: mereka harus menyusun struktur organisasi, bagan, visi misi, hingga lambang dengan syarat minimal 20 anggota.
Momen Titik Balik di Masa Pandemi
Dengan bantuan Presiden Mahasiswa saat itu, Zulfarina, tim perintis mendapatkan panggung di acara PKKMB untuk melakukan demo UKM. Open Recruitment pertama pun dibuka secara online.
Antusiasme ini mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor Yanto Budi Prasetya, S.T., M.M. dan Wakil Rektor I, Prof. Assoc. Dr. Drs. Djoko Siswanto Muhartono, M.Si. Dukungan inilah yang menjadi bahan bakar utama lahirnya Nayottama secara resmi pada 21 November 2021.
Seleksi Alam: Dari 18 Menjadi 5 Kesatria
Menjadi anggota Mapala bukanlah soal gaya-gayaan, melainkan ketangguhan mental dan fisik. Dari 18 pendaftar awal, banyak yang berguguran karena bentroknya jadwal dengan organisasi lain atau ketidaksiapan fisik.
Proses "Pendidikan dan Latihan Dasar" (Diklatsar) perdana dilakukan di Gunung Wilis, via Kelir. Melalui 2 hari Diklat Ruang dan 3 hari Diklat Lapangan yang dibantu oleh Mapala Kediri Raya, terpilihlah 5 anggota pertama yang berhasil lulus dan menjadi fondasi utama Nayottama:
Iqbal Rimba Simadewa (Katur)
Nur Imro’atul Fadhila (Teki)
Angga Prasetyo (Pring Kuning)
Pungki Dian Afip (Kunir)
Ferica Aurelia (Ilep)
Visi & Misi: Lebih dari Sekadar Mendaki
Mapala Nayottama berdiri bukan hanya untuk rekreasi, tapi bergerak dalam bidang Pendidikan, Sosial, Ilmiah, dan Olahraga tanpa berafiliasi dengan politik praktis.
Visi Utama:
Menjadikan organisasi pencinta alam yang berkualitas, mandiri, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Misi Nayottama:
Mempererat kekeluargaan yang harmonis antar anggota.
Mengembangkan kemandirian dan eksistensi organisasi.
Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup.
Membedah Filosofi & Jati Diri Mapala Nayottama: Lebih Dari Sekadar Simbol
1. Arti Lambang (Visual)
Setiap guratan dalam logo Nayottama memiliki pesan tersendiri:
- Kompas : Melambangkan kesiapan anggota untuk melangkah ke segala arah dengan panduan yang jelas.
- Gunung : Menyimbolkan pendirian yang kuat dan teguh, tak tergoyahkan oleh rintangan.
- Lingkaran : Merepresentasikan pikiran yang bulat dan matang dalam setiap pengambilan keputusan.
- Line (Garis) Tebal : Melambangkan semangat kerjasama yang kuat antar sesama anggota.
- Logo Universitas : Menunjukkan identitas kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Pawyatan Daha.
- Kompas : Melambangkan kesiapan anggota untuk melangkah ke segala arah dengan panduan yang jelas.
- Gunung : Menyimbolkan pendirian yang kuat dan teguh, tak tergoyahkan oleh rintangan.
- Lingkaran : Merepresentasikan pikiran yang bulat dan matang dalam setiap pengambilan keputusan.
- Line (Garis) Tebal : Melambangkan semangat kerjasama yang kuat antar sesama anggota.
- Logo Universitas : Menunjukkan identitas kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Pawyatan Daha.
2. Makna Warna: Identitas Karakter
Warna-warna yang dipilih mencerminkan karakter setiap fungsionaris dan anggota Nayottama:
- Merah: Keberanian dalam bertindak dan mengambil risiko.
- Biru: Kedamaian yang selalu dijunjung tinggi dalam organisasi.
- Kuning: Sikap hati-hati dan penuh pertimbangan.
- Hijau: Toleransi terhadap perbedaan dan sesama makhluk hidup.
- Hitam: Ketegasan dalam prinsip dan aturan.
- Oranye: Tanggung jawab penuh atas setiap amanah yang diberikan.
Sifat Organisasi: Pilar Gerakan Nayottama
Mapala Nayottama berdiri di atas landasan yang kokoh. Organisasi ini bersifat independen dan bergerak di jalur non-politik praktis dengan fokus pada:
Pendidikan : Menjadi wadah edukatif untuk menyelesaikan masalah lingkungan dan kepencintaalaman.
Sosial : Menanamkan sikap tolong-menolong dan tenggang rasa sebagai makhluk sosial.
Ilmiah : Mengedepankan penelitian dan penerapan ilmu pengetahuan untuk kelestarian alam.
Olahraga : Mengasah kekuatan fisik dan keterampilan melalui kegiatan outdoor yang terukur.
Rekreasi : Membangun kekeluargaan lewat kegiatan luar ruangan yang menyenangkan namun bermakna.
Catatan Penting: Mapala Nayottama menegaskan diri sebagai organisasi yang Terlepas dari Politik Praktis. Fokus utama kami adalah dedikasi murni untuk alam dan kemanusiaan.
Melalui logo dan sifat organisasi ini, Mapala Nayottama berharap setiap anggotanya tidak hanya tangguh di hutan atau gunung, tetapi juga menjadi manusia yang bijaksana, berpendidikan, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Salam Lestari!

0 Komentar