MENEMBUS DINGIN PENANGGUNGAN : CATATAN PERJALANAN MAPALA NAYOTTAMA DI PUNCAK PAWITRA

Foto : Anggota Mapala Nayottama di Puncak Gunung Penanggungan
Mojokerto, 23 Agustus 2025 - Gunung Penanggungan, atau yang secara historis dikenal sebagai Puncak Pawitra, kembali menjadi saksi bisu ketangguhan para anggota Mapala Nayottama. Bukan sekadar pendakian biasa, perjalanan kali ini merupakan bagian dari program kerja strategis untuk mengasah aspek teknis dan mental para anggota.

Perjalanan Dimulai: Dari Sekretariat Hingga Basecamp

Semangat dimulai sejak titik kumpul di Sekretariat Mapala Nayottama. Tepat pukul 19.00 WIB, tim berangkat meninggalkan hiruk-pikuk kota menuju arah Mojokerto.

Dalam perjalanan, tim menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di Jombang. Momen ini dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan ulang perlengkapan serta melengkapi logistik tambahan. Setelah makan malam dan memastikan energi terisi penuh, perjalanan dilanjutkan. Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam hingga akhirnya tim tiba di Basecamp Tamiajeng, titik awal pendakian.

Lebih dari Sekadar Mendaki: Uji Survival dan Kerjasama Tim

Pendakian ini dirancang dengan tujuan yang jelas:
Pembentukan Kerjasama Tim: Medan pendakian menjadi laboratorium nyata untuk menguji solidaritas dan koordinasi antar anggota.
Penerapan Materi Survival: Para anggota ditantang untuk mempraktikkan materi manajemen perjalanan dan ketahanan diri di alam bebas.
Refleksi Spiritual: Mengagumi keagungan ciptaan Tuhan melalui bentang alam yang memukau.

 

Sebuah Pelajaran Tentang Syukur

Mendaki gunung selalu memberikan perspektif baru tentang kehidupan. Di antara tanjakan terjal dan udara pegunungan yang menusuk tulang, terselip rasa haru dan syukur yang mendalam.
"Dengan pendakian ini, kami diingatkan kembali untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Masih diberi kesempatan untuk hidup, melangkah, dan menghirup udara yang begitu sejuk dan murni di puncak sana."

 

Penutup

Pendakian ke Gunung Penanggungan ini membuktikan bahwa menjadi seorang pencinta alam bukan hanya soal sampai di puncak, melainkan tentang proses pendewasaan diri, pemantapan ilmu kepencintaalaman, dan menjaga ikatan persaudaraan di bawah langit yang sama.

***

Scriptwriter : Serayu
Editor : Katur


0 Komentar